Pemuda Pencakar Langit
Hidup ini dinamis, u know that. Akan selalu bergerak menuju perubahan. Entah pada kebaikan atau sebaliknya. Lalu dari segelintir kita akan selalu ada sekelompok yang memilih stagnan pada pilihannya. Sesuatu yang baik menurut akal dan rasa. Teguh tak goyah oleh iming-iming dunia. Idealisme yang tak tergerus arus kehidupan. Keyakinan yang tak ternoda oleh kesenangan yang semu. Mereka memilih itu.
Pemuda pencakar langit dengan pilhannya, tak sekedar let’s go with the flow. Mereka punya pemikirannya, punya sesuatu yang mereka perjuangkan. Menampilkan sosok mereka yang kuat. Karakter yang terbentuk dari proses kerasnya tempaan hidup.
Mereka bukan terlahir dari lingkungan pondok, ataupun sejenisnya yang segala sesuatunya telah terprogram baik. Kemudian dia yang notabene-nya anak patuh, tinggal manut aja. Shaleh, 'alim, menantuable pokoknya . Tangan mereka bersih dari apa yang Allah murkai. Padahal mungkin saja karena mereka tak menemukan celah untuk itu.
Berbeda dengan mereka yang terjebak dalam lingkungan yang benar-benar menyudutkan. Setiap saat idealisme mereka harus dipertaruhkan. Kesenangan dunia datang menawarkan fatamorgana, dan dia tetap memilih taat. Apa kamu pernah melihatnya? Mereka ada.
Yah, perkenalkan merekalah pemuda pencakar langit. Mereka yang takut pada Rabb-nya. Saat dia mampu bermaksiat lalu memilih taat itulah yang membuatku kagum.
**Pemuda Pencakar Langit, pertama kali dapat istilah ini dari tulisan penulis favorit saya juga, -Sir Eiphraim.^^ AM | 07/05/18
Komentar
Posting Komentar