Sillage
"Dia, orangnya baik." Kata mereka yang tak mengenal, diplomatis.
"Dia sosok yang bijak. Mm.. dewasa gitu." Kata mereka yang mengenal cover-nya saja. Tanpa melihat proses yang aku lalui untuk sampai tahap ini. Tentu saja akan ada saat aku menjadi pribadi yang kocak, konyol kekanak-kanakan. Kemudian seiring waktu berjalan, ada titik dimana kita paham: seru-seruan, canda-tawa, atau prinsip let's go with the flow, cukup sampai disini. Pesbukers tidak lagi muat untuk sekedar menjadi pelawak. Mario teguh atau Merry Riana cukuplah memotivasi, untuk menjadi bijak dan terarah dalam meraih target. Aku tidak terlalu tertarik menjadi seperti mereka. Lalu, Adi Hidayat? UAS? Hawariyyun? Aku sedikit pesimis bisa bergabung dengan mereka di depan layar dalam jalan dakwah ini. Terus, ingin seperti apa? Tidak tahu, tapi aku selalu tahu bahwa harapku, ketika melihatku tidaklah mereka mengingat kecuali Rabb nya. Menjadi sebab bagi mereka tuk kembali. Receh? Benar! Dibalik itu aku mengerti hidup seperti sillage.
Orang yang kita temui bisa lupa siapa dan apa yang kita perbuat tapi, mereka tidak akan lupa kesan yang kita berikan. Sillage yang kita tebar adalah cara mereka mengingat kita.
Sekarang, seperti apa anda ingin dikenang?
JAWAB!:D
AM | 11/10/18
Komentar
Posting Komentar