Pemburu 100 Likers
Tapi sekali lagi, harus diingat nikah bukan sekadar tentang rupa dan kesempurnaan pasangan. Banyak elemen-elemen lain yang kudu-mesti-harus-banget, dipertimbangkan. Di antaranya, nyaman-sepemikiran dan... rasa.:D
Ini belum liat agamanya loh yah. Masih dari sisi personal. Agamanya? All of u know that so well.
AM | 07/12/18
-----
Ok it's only my cuap-cuap (again:D), about 'rupa'. Yang sebenarnya kita sama-sama tahu -tidak perlu fisik yang sempurna untuk mengukir kisah cinta yang sempurna- :)
Now, let's tell about 'shalihah-nya'. Ada wanita yang ingin mendapatkan suami yang hafal Alquran, rajin shalat tahajjud, mapan, cakap, tapi yang dia sendiri sibuk dengan 'KPop wave -ddu-ddu', Korea drama dari pagi hingga pagi lagi.
Ada juga yang bercita-cita menikah muda, tapi shalat subuh aja waktu dhuha... Piye toh?
Setiap kita hendaklah berkaca dengan jujur. Sudahkah kita memantaskan diri?
Kawan, percayalah kisah Sinderellah sudah jauh kita tinggalkan. Tetiba Pangeran berkuda putih datang dan menerimamu 'apa ada nya' it's bullshit!
Siapkan diri dan teruslah menuntut ilmu tuk mengarungi hidup berjudul 'rumah tangga'. Berkaca dan terus memperbaiki diri agar cinta tak sebatas rupa tapi lebih pada akhlak dan takwamu.
Takwa yang melahirkan kecantikan hakiki, membuat orang-orang menetap meski indahnya rupa telah tiada.
Seseorang yang tak rupawan tapi amat menawan. Itukah kamu? : )*
AM | 07/12/18
*Pemburu 100 likers? Benar. Hari itu pas lagi blank-blanknya gak tahu mau nulis apa buat tugas kuliah-yang kudu dapat 100 likers dari postingan dakwah untuk dapat nilai sempurna, kemudian pas buka beranda, postingan pertama yang gua dapet tuh terkait rupa dan takwa itu. Demi apa, momennya jodoh gitu. Gua juga lagi baca bukunya Mas Sen- 'Cinta Sebelum Jumpa'. Maka jadilah tulisan di atas gua promoin. Gas pol pokok ne! Ini bicara tugas loh... gak masalah kan?:D
So, buat yang inbox nanya gua kok bahas nikah lagi, ana jelasin yah. Gak ada maksud apa-apa. Lagi berjodoh dengan pembahasan itu aja. :D
Ada yang menarik juga nih selama gua promoin nih status. Orang yang menjadi likers terakhir (baca:ke-seratus) gua tuh, sosok yang kukenal jauh sebelum hari ini. Selama tiga tahun lost contact, rasanya nano-nano gitu pas dia like-in. Lalu kembali dia melontarkan kata pamungkasnya -'edd', when I say thanks. Dasar jaim, gengsi. Rugi banget apa perhatian dikit sama adek sendiri -_- But, overall Thank u so much my beloved brother. ^^
Komentar
Posting Komentar